’’Haruskah aku
harus menyusulnya ke bandara untuk pertama dan terakhir kalinya aku bertemu
dia’’itulah yang ada di kepalaku. Dan
aku masih saja bimbang dengan keputusanku ini.
Dan hari masih pagi pada saat aku terima kabar darimu, kau yang akan pergi. Langit diatas sana gelap akan awan, sebentar
lagi pasti akan hujan. Aku masih saja
termenung memikirkan.
‘’kau akan
datang kan?’’ itu pesan kedua kalinya yang kau kirimkan lewat pesen
pendek. Dan aku semakin kalut, dan dari
kalimatmu tersirat bahwa kau menginginkan ku datang. Aku masih saja berdiri disini menatap langit,
ku biarkan butiran air menerpa wajahku.
Kuingin air hujan ini membasuh keraguanku.
‘’aku terbang
jam 08.45 wib’’pesen ketiga yang aku terima darimu. Dan kulihat jam di HPku menunjukan angka 05.34
wib. Dan hujan masih belum reda. Kuputuskan untuk berangkat kesana untuk
menyakinkan perasaanku. Aku tidak mau
menyesal atas apa yang tidak aku perbuat.
Perjalanan ini
seakan begitu lama, bis DAMRI yang aku tumpangi begitu lambat bahkan ini
dijalan tol. Apa yang pertama kali harus
kulakukan setelah bertemu denganmu? tersenyum?bersalaman ato sekedar bertanya
tentang kabar?semua berkecambuk di pikiranku. Tiba2 saja aku sudah sampai
dipintu terminal satu. Kenapa dengan
detak jantungku, kenapa begitu bergemuruh?kumantapkan langkah kaki dan ku
perjalan untuk bertemu denganmu.
to be cont...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar