Laman

Minggu, 28 Oktober 2012

soriiii...

            Lagu Taylor Swift yang berjudul Red bertalu-talu.  Bertanda telpon darimu.  Maaf untuk sekaliannya aku tidak sanggup lagi berbicara denganmu.  panggilan yang ketiga kalinya ini datang aku masih saja tak bergeming.  aku hanya tatap layar HPku, di situ tertera namamu.  sejurus kemudian sms datang darimu "aku tahu kamu ada disitu,plis jangan acuhkan aku'' dan untuk sekaliannya juga aku tidak membalas smsmu.
            aku memang sengaja menghilang darimu, aku tak sanggup, tak kuat.  sejujurnya ada rindu yang mengebu di dada ini yang ingin segera ditumpahkan. tapi apa daya....maaf, aku tak sanggup menolak cinta yang datang begitu tiba-tiba.  dan tak seharusnya cinta ini tumbuh dengan begitu cepatnya.  "besok kita bertemu ditempat biasa" pesan pendek aku kirim ke dirimu.....
               dan besok apa yang terjadilah,terjadilah.  aku menerima....

to be...

Selasa, 16 Oktober 2012

angan...



dan bulan keliatan remang-remang dilangit sana.
ku melihat dengan mata tertutup.
jauh disana....
belahan hati mengembara berbalut pedih.
sungguh aq selulu ingin disisinya.
tapi sekali lagi itu hanya angan.



*repost dari note setahun yang lalu....



Kamis, 11 Oktober 2012

cintaku....











Aduhai cintaku.... 
Cinta apa yang tengah kurasakan ini?
Nistakah?atau yang suci?
Duhai Penguasa malam.....!!! 
Akankah Engkau mengijinkan aku bertemu dengan cintaku? 
Terbangkan aku dengan anginmu agar wajahku sampai di wajahnya.... 
Rinduku membakar jiwaku,dan jiwaku terbakar cintaku. 
Inilah cintaku,dan salahkah cinta?
Salahkah jika kurindu dengan kalbuku?



*kutip dari syahadat cinta

*repost....

Selasa, 09 Oktober 2012

kenangan itu....





 





''indah ya...'' sebuah suara membuyarkan kekhusukanku.
''eh, iya...hmm,entah kenapa aku tak pernah bosan menatapnya,''ucapku kikuk,menutupi keterkejutanku.
''sama...aku senang memandangi senja dengan langitnya yang kemerahan.''
''aku mitha..''tambahnya,sambil tetap menatap langit
''aku ady....''balasku
senja masih menyisakan semburat jingganya. aku belum beranjak. terjebak dalam pusaran waktu. ada keengganan untuk berpisah dari semua ini.
bayangan itu begitu nyata,perkenalan kami lima tahun yang lalu. satu di antara sekian kenangan yang satu persatu kembali hadir.
''dy, seandainya bisa...kan kuhadiahkan sepotong senja ini untukmu,''katanya sambil mengecup keningku.

kini, setahun telah berlalu sejaj perpisahan itu.kenangan yang selama ini berusaha kulupakan masih saja tersimpan disudut hatiku. senja pun masih tetap sama saat terakhir kami memandang.

.*disadur dari empat musim cinta dengan sedikit revisi

Senin, 08 Oktober 2012

senjaku...part 3



               Jam wekerku berbunyi berarti menandakan jam 4 pagi,  udara pagi ini dingin.  Aku keluar kamar langsung ku buka pintu, yang kuhirup adalah aroma sisa hujan tadi malam.  Bener – bener seger sekali udara pagi ini.  Hawa dingin ini menusuk kulitku.  Kuambil air wudhu dan aku tunaikan pangilanMU. 
                Ku telusuri jalan setapak yang masih basah.  Sisa-sisa air hujan tadi malam.  Udara dingin bikin perutku semakin lapar, naga-naga dalam perut sudah teriak-teriak sejak tadi.  Sepanjang jalan tidak ketemui barang seorang yang keluar dari rumah.  Udara yang dingin ini paling enak bwt untuk tidur, apalagi hari ini hari minggu.  Pasti semau oarang berbalas dendam untuk tidur sepuas-puasnya.  Enam hari di kuras di tenaga, menaklukan jalanan yang semakin macet, memeras pikiran untuk menyelesaikan pekerjaan.  Dan hari minggu adalah hari bermalas-malasan sedunia.  Termasuk diriku.
                Aku kuputuskan pagi ini untuk sarapan bubur.  Bubur yang hangat plus ditemani segelas teh manis.  Pasti sangatlah nikmat.  Didepan, samping penjual nasi uduk ada yang jualan bubur, dan disitu aku menuju.  Untuk hari ini biar kunikmati pagi ini dengan makan semongkok bubur yang dimakan ditempat,tidak seperti biasanya aku bawa pulang.  Dalam makanku, aku masih saja teringgat tentang kau gadis berhidung munggil.  Sosokmu sulit untuk aku lupakan, sungguh aku terlalu terpesona oleh dirimu.  Dan pagi ini aku melihat sosokmu.....


Jumat, 05 Oktober 2012

senjaku,...part 2



                   Hari ini, hari jumat.  Berarti hari ini si hidung munggil pasti akan datang.  Tepat dibawah pohon cery pasti dia berteduh.  Menunggu bus jurusan blok M.  Dengan sweater merahnya plus tas ransel di punggungnya.  Keliatan berat, aku kira isinya baju- baju kotor yang selama seminggu belum di cuci (hehehehe).  Di telingganya terpasang sepasang headset, terlihat di bibir munggilnya menirukan lagu.  Dari raut wajahnya keliatannya kalo dia sedang gembira.  Dan sudah dua bulan berjalan aku hanya mampu melihat dari jauh.  Kedai jus yang berseberangan dengan  tanaman cery adalah saksi. 
                Hari- hari berlalu, dan tiap jumat rutinitasku seperti biasa menunggu si hidung munggil datang, dan yang menjadi temanku menunggu adalah segelas jus alpukat atau jus mangga.  Dan hari ini adalah hari peratarunganku dengan nyaliku.  Seberapa kuatnya aku akan menaklukan kutukan si hidung munggil.  Setiap mentatapnya selalu ada sesuatu yang harus ditaklukan, dan aku selalu kalah sebelum berperang tapi tidak untuk sore ini.
                Ku habiskan jus alpokat yang ada di depanku, dan ku menyebrang ke jalan troran, dan hanya satu yang kutuju. Gadis yang berdiri di bawah pohon cery. Kali ini dai tidak pake sweater warna merah.  Hanya pake kaos plus celana ¾, setelan sepatu skate.  Rambutnya yang panjang tergerai kena angin sore.  Sungguh, jantung ini akan berhenti.  Jujur aku sudah amat dekat, tapi kenapa mulut ini terkunci tanpa bisa terbuka, walau hanya sekedar menyapa hai. 
                Mayangsari berwarna biru langit sudah keliatan dari jauh, Oh Tuhan jangan dulu dia izinkan untuk naik bis ini, batinku.  Tapi apa daya aku tak kuasa. Si gadis hidung munggil pilih untuk meninggalkanku sendiri dibawah pohon cery ini.......
                Sore ini hujan, dan kau tidak ada disana.  Biasanya kau berdiri disana setiap sore di hari jumat.  Apa karena hujan kau tidak datang.  Pikiranku menerka- menerka ada apa dengan dirimu si gadis hidung munggil?