Laman

Selasa, 09 Desember 2008

hari pertama

hari pertama masuk kelingkungan baru. hari pertma dengan orang-orang yang baru, dengan pekerjaan yang baru, dengan segala aktifitas yang baru, serta denagn tatacara yang baru. aku bersyukur hari ini berjalan lancar dan aku berharap selanjutnya berjalan dengan lancar terus amin. mudah- mudahan.

Minggu, 07 Desember 2008

2 desember

Siang itu, di persimpangan jalan ibu kota, hujan turun menemani setiap langkah kecilku, setiap tetes air yang mengunjam badanku menyejukan setiap pikiranku, membasuh semua kesedihanku, aku terpaku, terdiam dan tersentak, aku linglung kenapa aku disini? Kenapa dengan diriku,aku hanya mematung diterpa air hujan.

Sejam hujan juga belum reda, aku menanti munculnya sang raja siang tapi sayang mendung belum hilang. Hujan masih rintik- rintik. Aku menunggu dan selalu menunggu mudah-mudahan hujan segera reda.

Tanpa sadar, tanpa pikir panjang aku langsung saja menyetop bis 46 jurusan Slipi,Komdak, Pancoran dan UKI, aku termenung kayak orang binggung. Aku duduk sendirian dibangku paling belakang. Kulihat gedung- gedung bertingkat menjulang menantang langit, ku pandangi lalulalang mobil, sepeda motor saling berkejaran seperti balapan. Tepat di Patung Pancoran, patung dengan orang siap-siap lari bawa obor, perempatan yang sering macet, perempatan dengan segala aktifitas, aku turun sekilas kupandangi patung tersebut.

“Mangarai, Mangarai” teriak kernet bis jurusan Pasar Minggu Mangarai. Bis itu berwarna merah, didepan kaca depannya di bagian atas ada No 62 terus di samping kanan kiri nomor tersebut tertulis Pasar Minggu disebelah kanan dan Mangarai disebelah kiri,punya pintu dua yang dua-duanya dibiarkan terbuka biar mudah saat menaikkan penumpang, aku naik, aku duduk di sebelah kiri dekat pintu belakang. Perjalanan dari Pancoran menuju daerah Tebet seakan begitu lama. Aku mengamati setiap jalan yang di lalui, aku takut tersesat, terlewat jauh dari tujuan. Lima belas menit kemudian aku turun di perempatan lampu merah. Daerah yang aku cari masih samar- samar,aku tanya sana sini akhirnya ketemu. Tepat didepan mataku terpampang tulisan Kawasan Perkantoran Tebet Mas. Rasanya jantungku berdetak lebih kencang dari sebelumnya, tak biasanya aku segugup ini. kuberanikan diri, ku menghela napas panjang akhirnya kumasuk loby kantor tersebut, langsung menuju ke repsionis kusapa wanita cantik pakai blazer berwarna biru dengan rambut lurus panjang terurai, kuutarakan maksud kedatanganku kusebutkan nama seorang yang aku ingin temui, dan wanita tersebut mengangkat telpon mengonfirmasikan kalo seseorang sedang mencari. Aku di persilakan duduk untuk menunggu sebentar. Dua menit kemudian dia udah ada di loby dengan senyum termanisnya. Tapi sayang perjumpaan tersebut hanya sesaat. Dia minta maaf tidak bisa lama-lama karena ada yang harus dikerjakan. Aku hanya tersenyum menandakan aku baik-baik saja. Dia pun berlalu meninggalkanku sendiri. Sendiri di ruang loby. Diam, diam, diam, dan diam. Ku melangkah keluar, kutelusuri jalan yang basah karena hujan. Ku terdiam, ku terperanjat dan ku tersadar kenapa dengan diriku?????

Minggu, 30 November 2008

makluk paling aneh

siapa makluk yang paling aneh di dunia, kadang sifat- sifatnya tak terduga sulit di mengerti aku tak habis pikir ternyata ada makluk yang begitu aneh?bikin aku penasaran?bikin kepikiran?bikin binggung?bikin semua jadi kacau balau. sapa makluk yang paling aneh? tunggu jawabanya di blog FSku. kunjungi silo ganteng kau akan tau makluk paling aneh