Laman

Kamis, 22 Mei 2014

Neka..

     Aku biarkan sekujur tubuhku dirundung kuyup.  Ini senja kesepuluh aku teronggok di tubir pantai gelap itu.  Tadi siang, dua bis kota mengangkutku.  Sebuah angkot melanjutkannya hingga ke loket karcis.  Lalu kusambangi pantai hingga malam mengubur terang.  Kupeluk sepi di tengah keramain.  Rute sebaliknya kutempuh hingga kamar kos di pinggir kampus membekap tidurku dalam kelelahan,

itulah sepenggal cuplikan yang disadur dalam cerpen "Neka"yang dimuat dalam koran Kompas edisi minggu

Minggu, 18 Mei 2014

Pengakuan...

         ''sudah sampe belum?"itu pesan yang kau kirim kan tadi sore menjelang magrib.  sedangkan aku masih di kantor, menunggu hujan reda.  aku hanya memandang layar HPku tanpa berniat membalas. seberapa menit kemudian pesan masuk.  dan kulihat masih dari kamu.menanyakan sudah makan malam belum,. dan kali ini jemari sudah menari2 untuk membalas, tapi berakhir di tanda delete. hujan belum juga reda,dan aku disini masih menikmati indahnya akan hujan.
           diujung sana terdenger sayub2 adzan magrib, tanpa peduli lagi kuterobos hujan yang masih menguyur bumi,sampai kosan yang berukuran 3x4 meter menjadi tempatku istirahat malam ini,tidak terasa sudah hampir dua bulan aku disini dan semau bejalan baik2 saja.
         badan serasa segar kembali sehabis mandi dan di lanjut dengan menghadap sang Illahi.  bacaanku terhenti ketika HPku tergetar, kulihat kedap-kedip lampu warna merah menandakan ada pesan yang masuk.  kuraih dan kulihat tertera namamu disitu.''udah tidur apa kelayapan lagi neh?isi pesannya.  karena dari petang tadi belom aku balas, aku hanya tersenyum, dan kubalas "sayuran tu dimasak apa?"aku tidak menjawab malah balik bertanya.tidak beberapa lama balasan dari kamu datang "pasti lagi nonton lagi ya?''selidikmu dan aku lagi2 tersenyum lagi, karena memang malam ini aku tidak kemana2 hanya di kosan saja.dan bacaanku aku taruh, akhirnya aku fokuskan ke percakapan kita malam ini. seperti biasa kamu selalu nanya tentang masalah hati, bagimana dengan teman cewek yang di kantor baru, sudah berani ngajak kencan belom ato mengenai si bunga mawar yang ada di yogya, dan semua  meluncur seperti peluru semua pertanyaanmu, dan sekali lagi aku hanya tersenyum.   jemari tanganku menari2 menjawab pertanyaanmu. dan lama diam.  ''trus sapa?"itu perntanyaan berikutnya darimu, hanya dua kata, ya dua kata saja.
          "yang jauh disana?''jawabku.
           "yang di yogya?"balasnya/
           "bukan"cuman itu yang bisa aku tulis.dan kamu masih kurang puas akan jawabanku.
          "tidak untuk hari ini!''kirim pesenku lagi......tak lama kemudian treeet treeet.pesanmu masuk ke Hpku ''jika masih ada hari esok"balasmu. dan aku pun terdiam. aku liat jam menunjukan pukul dua belas malam kurang seperempat. dan aku hanya diam tanpa bisa mengutarakan pengakuanku yang paling jujur....maaf aku belum bisa,aku percaya kalo kita berjodoh pasti bertemu. apakah bertemu sebagai undangan pernikahanmu atau bersanding bersamamu dipelaminan, dan aku berharap yang terakhir.....

Purwokerto
1:17am,5/18/14

   

sabtu ceria

          Tanggal 17 Mei 2014,hari ini adalah hari sabtu.  pagi2 sudah di guyur hujan, tidak layak tidurku tadi malam nyenyak. dan aq berangkat dengan di iringi oleh guyuran hujan pas menuju ke kantor.  dan waktunya memulai aktivitas seperti biasanya.
            dan dimulai dengan breifing pagi. team lengkep dari 3 sales,1 TO mix, 1 MD serta supervisor ama kepala distributor.  dan hari membahas tentang SOP mengenai permintaan barang yang ada di mobil. selama ini salesman minta penambahan barang via manual. bukan nulis di bon, minta TTd supervisor baru di serahkan ke operator baru di cetak.  bukti cetakan ini yang harus dikasih ke pihak gudang untuk dijadikan patokan loading ke mobil.  
          jam delapan tepat breifing kelar, hari aq akan join sama pak wahyu lagi yaitu daerah purbalinga, tepatnya daerah kaligondang.sebenarnya tu daerah aqpernah ikut tapi sebagain yang yang aku tahu.  yaituhari kamis. tu daerah di bagi dua hari yaitu kamis dan sabtu.  dan sampai jam atenggah tiga kunjungan sudah kelar, dan outlet terakhir di terminal purbalinga, na disini yang paling menarik.  ternyata oh ternyata ada satu outlet yang bikin pak wahyu betah disini namanya toko yuni.  
        jujur sepintas memang ada orang ini berparas cantik meski tidak pake riasan kebanyakan wanita sekarang.  tanpa make up sudah terlihat kecantikannya, apalagi kalo pake make up.  dengan hidung mancung, berbalut jilbab, terlihat wow..apalagi dengan perawakan yang freindly, serius pesonanya tambah berlipat2. dan beruntunganya pas disitu hujan tambah lama aja disitu, dan rezeki memang nggak diduga, dapet bukusan gethuk goreng sama sebotol teh....bener2 memang pak wahyu pinter nyari tempat nongkrongan, karena outelt terakhir bisa sedikit nyantai...siplah pak wahyu hari ini nggak sia2 aq ikut bapak...hehehehe


purwokerto
11:16 pm
5/17/14

Senin, 12 Mei 2014

Aku Ingin Mencintaimu



Ya ini adalah sedikit cuplikan dari puisi2nya Sapardi Djoko Damono, salah dua dari kumpulan puisi yang paling aku suka.





Aku Ingin

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

(1989)

HUJAN BULAN JUNI

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bungga itu

(1989)

purwokerto
12.5.14


begin again

dan mulai lagi,aku hanya bisa berharap hari ini bisa datang bersama,dan berjalan bersama naik tangga menuju ruangan masing2.  hari ini kamu pakai seragam kantor, dengan baju putih berbalut blazer hitam serta celana kain berwarna hitam juga.  rambut panjang tergurai. amboi cantiknya kau pagi ini. tapi sayang aku hanya bisa melihat dari jarak jauh.  ruangan kerja kita tidak jauh, hanya terpisah oleh sekat kaca pembatas.  dan depan mataku terlihat meja kerjamu.  dan pagi ini aku mulai lagi tidak berani sekedar menyapa. "hai,gimana kabar?"

purwokerto
5.12.14

Minggu, 04 Mei 2014

bagiamana kabar disana

temen satu angkatan kerja di sales development program tiba2 tanya mengenai kabar disana. yang isinya "bagaimana kabar disana?enak nggak?"itulah pesen singkat yang aku terima dari dia.  sejujurnya aku juga disini di purwokerto sejauh inii baik2 saja, bahkan lebih dari baik aja. dan aku berharap ditempatkan disini malah.  dan yang jadi maslah temenku tadi ternyata dia sedikit galau,karena tidak betah di tempat yang baru, bukan karena suasana disana ato orang disana yang tidak bikin betah,tapi karena jauh dari istri sama anak yang bikin dia tidak betah.terutama setelah dia sakit, seperti hidup sendiri tidak yang merawat, aku pun hanya bisa kasih masukan itu kan udah resiko yang dari awal sudah tahu...dan di pesen terakhirnya dia hanya tulis"aku nggak betah bro"..

Purwokerto,4.05.14

Jumat, 02 Mei 2014

soriii..bagain kedua

          dan aku masih saja diam dalam kamar ini yang berukuran 3x4 meter, dan di langit2 aku lihat cicak masih dengan sabarnya menunggu nyamuk yang mendekat kedirinya. sudah jam 12 malam aku masih terjaga.  dan aku ingatan ini meluncur kejadian setahun yang lalu.
      ''boleh aku duduk?'"tanyamu. dan aku hanya bisa mengaguk tanda aku setuju pada waktu itu. beberapa menit kita hanya dalam diam, tanpa kata.  kita masih dalam sibuk dengan pikiran masing2.
    ''sering kesini?"tanya kedua kalinya, dan aku untuk kedua kalinya hanya mengagukkan kepala .  dan hanya itu percakapan kita sore itu.  aku masih terlalu asyik melewatkan senja indah. senja yang selalu tak pernah kulewatkan sejak kedatanganku ke kota ini.
     "Dika"sambil menjulurkan tangan aku memperkenalkan diri. "Rena"itu ternyata namamu. dan itu perkenalan awal kita.....

to be cont...