Laman

Jumat, 05 Oktober 2012

senjaku,...part 2



                   Hari ini, hari jumat.  Berarti hari ini si hidung munggil pasti akan datang.  Tepat dibawah pohon cery pasti dia berteduh.  Menunggu bus jurusan blok M.  Dengan sweater merahnya plus tas ransel di punggungnya.  Keliatan berat, aku kira isinya baju- baju kotor yang selama seminggu belum di cuci (hehehehe).  Di telingganya terpasang sepasang headset, terlihat di bibir munggilnya menirukan lagu.  Dari raut wajahnya keliatannya kalo dia sedang gembira.  Dan sudah dua bulan berjalan aku hanya mampu melihat dari jauh.  Kedai jus yang berseberangan dengan  tanaman cery adalah saksi. 
                Hari- hari berlalu, dan tiap jumat rutinitasku seperti biasa menunggu si hidung munggil datang, dan yang menjadi temanku menunggu adalah segelas jus alpukat atau jus mangga.  Dan hari ini adalah hari peratarunganku dengan nyaliku.  Seberapa kuatnya aku akan menaklukan kutukan si hidung munggil.  Setiap mentatapnya selalu ada sesuatu yang harus ditaklukan, dan aku selalu kalah sebelum berperang tapi tidak untuk sore ini.
                Ku habiskan jus alpokat yang ada di depanku, dan ku menyebrang ke jalan troran, dan hanya satu yang kutuju. Gadis yang berdiri di bawah pohon cery. Kali ini dai tidak pake sweater warna merah.  Hanya pake kaos plus celana ¾, setelan sepatu skate.  Rambutnya yang panjang tergerai kena angin sore.  Sungguh, jantung ini akan berhenti.  Jujur aku sudah amat dekat, tapi kenapa mulut ini terkunci tanpa bisa terbuka, walau hanya sekedar menyapa hai. 
                Mayangsari berwarna biru langit sudah keliatan dari jauh, Oh Tuhan jangan dulu dia izinkan untuk naik bis ini, batinku.  Tapi apa daya aku tak kuasa. Si gadis hidung munggil pilih untuk meninggalkanku sendiri dibawah pohon cery ini.......
                Sore ini hujan, dan kau tidak ada disana.  Biasanya kau berdiri disana setiap sore di hari jumat.  Apa karena hujan kau tidak datang.  Pikiranku menerka- menerka ada apa dengan dirimu si gadis hidung munggil?

Tidak ada komentar: