Laman

Kamis, 22 Mei 2014

Neka..

     Aku biarkan sekujur tubuhku dirundung kuyup.  Ini senja kesepuluh aku teronggok di tubir pantai gelap itu.  Tadi siang, dua bis kota mengangkutku.  Sebuah angkot melanjutkannya hingga ke loket karcis.  Lalu kusambangi pantai hingga malam mengubur terang.  Kupeluk sepi di tengah keramain.  Rute sebaliknya kutempuh hingga kamar kos di pinggir kampus membekap tidurku dalam kelelahan,

itulah sepenggal cuplikan yang disadur dalam cerpen "Neka"yang dimuat dalam koran Kompas edisi minggu

Tidak ada komentar: