Laman

Selasa, 25 Oktober 2016

tentang kamu

          Ini percakapan yang sudah lama hampir sembilan bulan yang lalu, Memang kadang chatting jarang saya hapus, biasnaya buat saya baca lagi. Kadang baca bisa tertawa sendiri bahkan bisa terunyuh.

            Dan ini adalah satau chattingan di Line, dengan salah satu partner saya yang jauh disana, tepatnya Wisma Pondok Indah lantai 7 kalo nggak salah (berarti bener dong) nggak tahu dia duduk disebelah mana.

        Tiba-tiba saja ada bunyi HP, aq liat ada namanya di Line" Kayaknya udah beli tower sinyal sendiri nih di papua... hahahaha" tulis pesanmu. Sudah lama memang kita nggak saling tukar kabar. Ya mugkin dia lagi sibuk trip ke Hongkong. Ya memang dia bebepa hari aq lihat di IGnya postingannya daerah Hongkong. 
"Masih di Hongkong kah?"selidikiku.
"nggak"
"udah pulang dari hari kamis kemarin"jawabmu.
"keren ya Hongkong?"tanyaku.
"lebih kerennya Raja Ampat"balasnya.
Dari cerita-cerita memang Raja Ampat bagus bgd, tapi aku yang sudah di Papua saja belum sempet ke sana, Dan saya harus kesana sebelum pindah.
"kalo aku jadi kamu nggak aku sia-sian"tulisnya.
Hahahaha, memang harus disempet2in deh.

         Ya begitulah kamu, apapun bisa jadi obrolan renyah biarkan hanya sesaat. Aku rindu saat itu, biarpun kau sudah jadi partner hidup orang lain kuharap kita masih berkawan. Jangan pernah berubah, kamu, aku dan dia.

Nabire,5;46 pm
10/25/2016





Senin, 24 Oktober 2016

.....


.
.
.
.

melupakanmu ternyata menyiksa
.
.
.
dan aq masih saja merindu
.
.
.
si gigi klinci




nabire, 22:43 wit
24 okt 2016

Rabu, 05 Oktober 2016

Ada Cinta di Kota Biak

Selamat datang di Kota Biak.

             Sudah hampir setahaun saya tidak upload tulisan disini. Saya rasa sudah lama sekali.
Dan tahukah kau kawan sekarang saya sudah pindah kota lagi, tidak lagi kota Meulaboh aceh barat melainkan di kota biak papua. kadang juga saya pergi ke nabire. Dan tidak terasa juga saya juga hampie setahun di kota ini. yang menurut ceriytanya kota yang masih primitif ternyata tidak. kota kecil yang penuh dengan cinta, banyak orang jawa disini khususnya para pendatang. kebanyakan pendatang disini adalah pegawai khususnya anggota TNI.

           Ternyata Biak saya menemukan keluarga baru yang sama2 dari jawa. waduh nggak nyangka bgd pokoknya, selama disini seperti dirumah sendiri. kita bicara pakai bahasa jawa sudah kayak di rumah. Memang setiap peristiwa ada hikmahnya, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Memang disaat tertentu rasanya kangen melanda pengen pulang. kadang motivasi lagi down, pengen mengakhiri itu dan kemabili ke jawa. kemudian saya berpikir, semua tidak akan jauh berbeda dengan disini. Saya melihat sisi baiknya ditempatkan daerah yang kecil, kerjakan tidak begitu banyak seperti di jawa, tetapi hal itu tidak boleh melalaikan saya untuk berhenti terus belajar.

         

dan ini salah satu keindahan di pulau Biak.



Biak,5 Oktber 2016
s. adi w