Jam wekerku berbunyi berarti
menandakan jam 4 pagi, udara pagi ini dingin. Aku keluar kamar langsung ku buka pintu, yang
kuhirup adalah aroma sisa hujan tadi malam.
Bener – bener seger sekali udara pagi ini. Hawa dingin ini menusuk kulitku. Kuambil air wudhu dan aku tunaikan
pangilanMU.
Ku
telusuri jalan setapak yang masih basah.
Sisa-sisa air hujan tadi malam. Udara
dingin bikin perutku semakin lapar, naga-naga dalam perut sudah teriak-teriak
sejak tadi. Sepanjang jalan tidak
ketemui barang seorang yang keluar dari rumah.
Udara yang dingin ini paling enak bwt untuk tidur, apalagi hari ini hari
minggu. Pasti semau oarang berbalas
dendam untuk tidur sepuas-puasnya. Enam hari
di kuras di tenaga, menaklukan jalanan yang semakin macet, memeras pikiran
untuk menyelesaikan pekerjaan. Dan hari
minggu adalah hari bermalas-malasan sedunia.
Termasuk diriku.
Aku
kuputuskan pagi ini untuk sarapan bubur.
Bubur yang hangat plus ditemani segelas teh manis. Pasti sangatlah nikmat. Didepan, samping penjual nasi uduk ada yang
jualan bubur, dan disitu aku menuju. Untuk
hari ini biar kunikmati pagi ini dengan makan semongkok bubur yang dimakan
ditempat,tidak seperti biasanya aku bawa pulang. Dalam makanku, aku masih saja teringgat
tentang kau gadis berhidung munggil. Sosokmu
sulit untuk aku lupakan, sungguh aku terlalu terpesona oleh dirimu. Dan pagi ini aku melihat sosokmu.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar